News

ICCA Update News

Kunjungi Sekretariat SCCA, ICCA Bahas Posibilitas Kerja Sama Bilateral

May 24, 2024

Terdapat sejumlah pembahasan dalam pertemuan itu. Diantaranya diskusi lebih lanjut mengenai hasil perbincangan yang dilakukan sebelumnya melalui Zoom. Kedua organisasi profesional In-House Counsel tersebut juga bertukar pikiran dan pengalaman.

Executive Director SCCA Bryan Yeo dan Vice President I ICCA Randi Ikhlas Sardoni. Foto: Istimewa

Pada Kamis (16/5/2024) lalu, Vice President I Indonesia Corporate Counsel Association (ICCA) Randi Ikhlas Sardoni ditemani dengan Kepala Bidang Media, Event, & Komunikasi Eksternal ICCA Amrie Hakim berkunjung ke Sekretariat Singapore Corporate Counsel Association (SCCA). Kedatangan mereka disambut langsung oleh Executive Director SCCA Bryan Yeo.

“Kami melihat SCCA ini sebagai salah satu tetangga terdekat kita. Kita pun saat baru pemilihan, Mba Seradesy Sumardi (Presiden ICCA) dan saya melakukan Zoom dengan SCCA untuk sharing dan membahas kerja sama bilateral yang dapat kita lakukan. Barulah pada 16 Mei kemarin karena ada kesempatan visit ke Singapura, saya dan Bang Amrie Hakim menyambangi kantor SCCA,” ujar Randi saat dihubungi melalui sambungan telepon dengan Hukumonline, Senin (20/5/2024).

Executive Director SCCA Bryan Yeo saat menyambut kedatangan Vice President I ICCA Randi Ikhlas Sardoni dan Kepala Bidang Media, Event, & Komunikasi Eksternal ICCA Amrie Hakim.

Terdapat sejumlah pembahasan dalam pertemuan hari itu. Diantaranya diskusi lebih lanjut mengenai hasil perbincangan yang dilakukan sebelumnya oleh kedua organisasi profesional In-House Counsel tersebut melalui Zoom. “ICCA yang sekarang usianya lebih muda daripada SCCA. Dengan member hampir 400-an, kami (ICCA) mencoba sharing bagaimana bisa belajar dan bertukar pikiran dengan mereka. Supaya kita bisa meningkatkan anggota baru dan menambahkan added value bagi member,” kata dia.

Dalam pertemuan itu, SCCA membagikan pengalaman dan program yang dijalankan. Termasuk menyampaikan bagaimana ragam program SCCA yang diketahui menaungi sekitar 800 anggota dengan berbagai jenis keanggotaan. Beberapa program yang digelar oleh organisasi In-House Counsel di Negeri Singa itu termasuk APAC Legal Congress, Legal Counsel Summit, sampai dengan perhelatan penghargaan tahunan.

“Kita juga sharing program yang dilakukan ICCA yang bekerja sama dengan Hukumonline terkait dengan In-House Legal Counsel Summit tahun lalu. Kita undang mereka untuk hadir tahun ini untuk bisa menyaksikan kegiatan tersebut. Program dari board ICCA saat ini kan dibagi dua fokusnya yakni internal dan kerja sama eksternal. Selain rencana kita memperbanyak event, kita ingin meningkatkan marwah In-House Counsel dimana kita bisa benchmark menyusun Competency Framework yang ini SCCA punya.”

Hal tersebut menjadi upaya ICCA untuk memberikan added value kepada para anggota dan membuat jenjang kompetensi seiring dengan perkembangan organisasi yang diharapkan bisa menjalin kerja sama dengan lembaga yang berwenang. “Dalam hal ini BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) dalam menyusun SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) untuk Penasihat Hukum Internal Perusahaan atau In-House Counsel,” ujarnya.

Mengingat peran In-House Counsel tentu tidak kalah penting dari kalangan advokat di kantor-kantor hukum yang merupakan external counsel. Sebaliknya, In-House Counsel mempunyai peran strategis, khususnya dalam menunaikan tugas sehari-hari memberikan advis kepada perusahaan guna memastikan kepatuhannya terhadap hukum yang berlaku.

Di sisi lain, metode registrasi dan memastikan kompetensi para In-House Counsel sampai sekarang disebut masih belum ada. Untuk itu, ICCA memiliki cita-cita untuk meningkatkannya melalui upaya menghadirkan standardisasi bagi kalangan In-House Counsel yang diharapkan bisa menjaga marwah profesi penasihat hukum internal perusahaan. Berkaca dari SCCA yang baru-baru ini mendapat pengakuan resmi dari Kementerian Hukum Singapura sebagai asosiasi profesi In-House Counsel, Rendi mendengar langsung kiat-kiat yang dijalankan asosiasi In-House Counsel negara tetangga itu.

“Malam harinya saya bertemu juga dengan Pak Daniel Choo, beliau Co-President SCCA. Kita akan kolaborasi dengan SCCA sebagai tetangga terdekat dan sebagai asosiasi yang berhasil menyelenggarakan APAC Legal Congress kemarin di Singapura sampai mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah Singapura. Kita ingin bisa kolaborasi itu semakin jauh dan saling menguntungkan para pihak terutama anggota kita,” ujarnya.

ICCA memahami pentingnya kolaborasi dalam rangka menumbuhkan organisasi ke depannya. Saat ini, ICCA tengah mengkaji lebih lanjut untuk menjalin kerja sama formal dengan SCCA. “Pokoknya paling utama kita meningkatkan marwah profesi kita. Bagaimana mengayomi seluruh anggota lalu mulai memberi kompetensi dan perlindungan profesi. Karena tidak jarang profesi kita juga memerlukan advokasi hukum dalam hal membela kepentingan perusahaan. Sehingga pihak-pihak yang berpraktik bisa bangga mengatakan profesinya tersertifikasi dan menjunjung profesionalitas tinggi.”

 

Sumber :
https://www.hukumonline.com/berita/a/kunjungi-sekretariat-scca–icca-bahas-posibilitas-kerja-sama-bilateral-lt664b42cb0f091/?page=all

Open chat